Islamedia - Komandan puncak sayap militer Gerakan Hamas, Ahmad Jabari, gugur dalam serangan udara Israel ke Jalur Gaza. Komandan operasi Brigade Izzudin Al-Qassam tersebut syahid insyaAllah bersama 'pengawalnya' Mohammed al-Hams dalam serangan yang terjadi Rabu pukul 4 sore waktu Palestina, seperti dinyatakan pihak Gerakan.
Segera setelah serangan itu, Israel bertubi-tubi melakukan hingga lebih dari 20 kali serangan ke Jalur Gaza, menewaskan lima korban lainnya, dengan dua di antaranya ialah anak-anak, kata Menteri Kesehatan Palestina Mufid Mukhalalati dalam sebuah pernyataan pers di RS Shifa, Gaza.
Ia menyatakan bahwa terdapat 30 korban luka dalam gelombang serangan Israel yang mengenai sepanjang wilayah Kota Gaza, utara kota Beit Lahiya, dan selatan Khan Yunis.
"Penjajah Israel telah melakukan lebih dari 20 kali serangan udara yang mengenai berbagai sasaran termasuk markas kepolisian dan keamanan di Jalur Gaza," ujar Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Islam Shahwan.
Pihak Gerakan Hamas menyebutkan bahwa Ahmad Jabari gugur bersama anaknya ketika mobil yang membawa mereka hancur lebur terkena serangan rudal Israel.
Pihak Badan intelijen Israel Shin Bet dan militer Israel membenarkan operasi penyerangan itu.
"Dalam operasi bersama antara Shin Bet dengan pasukan IDF hari ini, Ahmad Jabari, komandan senior sayap militer Hamas di Jalur Gaza, memang menjadi sasaran," kata sebuah pernyataan pihak Shin Bet.
Pihak militer menyampaikan bahwa Jabari "merupakan seorang kader lapangan Hamas... yang secara langsung bertanggungjawab terhadap terjadinya sejumlah serangan teror kepada Negara Israel pada tahun-tahun lalu".
"Maksud operasi ini ialah untuk melumpuhkan rantai kendali dan komando kepemimpinan Hamas, serta infrastruktur teroris," lanjut pernyataan militer tersebut.
'Awal Operasi'
Juru Bicara militer Avital Leibovich mengatakan bahwa serangan itu baru sebuah awal dari operasi yang menargetkan kelompok-kelompok bersenjata di Jalur Gaza yang dipandang bertanggungjawab atas serangan-serangan roket ke selatan Israel.
"IDF sedang memulai operasi melawan organisasi teror di Gaza karena terus terjadinya serangan terhadap warga sipil Israel," kata Leibovich.
Leibovich memberikan konfirmasi kepada Al Jazeera bahwa Ahmad jabari memang ditargetkans ecara khusus.
Ketika ditanya apakah Israel bersiap untuk melakukan operasi darat ke Gaza, Leibovich menjawab "Bagi kami, semua pilihan serangan 'tersedia di atas meja'. Kami akan berbuat apa saja yang dibutuhkan demi melindungi rakyat Israel."
Menanggapi gugurnya sang pemimpin dan rakyat Palestina tak berdosa lainnya, pihak Brigade Izzudin Al-Qassam menandaskan bahwa para pejuang Brigade bakal "melanjutkan jalur perlawanan".
"Pihak penjajah telah membuka gerbang neraka bagi diri mereka sewndiri," tegasnya dalam sebuah pernyataan.
Jurnalis Al Jazeera Nadim Baba, melaporkan dari Gaza, bahwa serangan Israel masih terus berlangsung hingga Rabu malam.
"Kami mendengar suara-suara terjadinya serangan di berbagai daerah di Jalur Gaza," ujar Nadim. "Sekarang menjadi saat-saat mengkhawatirkan bagi penduduk sipil di sini. Orang-orang meninggalkan jalanan, keadannya sangat sepi dan mencekam."
Ia menambahkan bahwa sejumlah saksi mata melaporkan melihat angkatan laut Israel bersiaga di pesisir pantai Gaza.
Seruan untuk Membalas
Jabari merupakan pemimpin Brigade Izzudin Al-Qassam. Ia mengoordinasikan kemampuan militer, strategi militer, dan proses transformasi sayap militer Hamas.
Ia juga memimpin perundingan terakhir di Kairo Mesir yang menghasilkan kesepakatan pembebasan 1.027 orang Palestina yang ditahan Israel untuk ditukarkan dengan seorang Gilad Shalit pada tahun 2011.
Gugurnya Jabari memantik aksi protes di Kota Gaza, di mana ratusan anggota Hamas dan Brigade Izzudin Al-Qassam berkumpul di dalam RS Shifa, melantangkan seruan untuk melakukan pembalasan.
Di luar rumah sakit, pejuang bersenjata mengarahkan moncong ke udara. Masjid-masjid di seluruh penjuru kota mengajak jamaah untuk melakukan shalat berduka atas syahidnya sang komandan.
Osama Hamdan, wakil resmi Hamas di Libanon, berbicara kepada Al Jazeera di Doha, mengonfirmasikan bahwa putra Jabari juga gugur dalam serangan udara tersebut.
"Saya harus menyatakan ini secara jelas, bahwa kami akan menanggapi (pembunuhan itu)," ujar Hamdan.
"Pihak Israel sedang menargetkan para pemimpin lokal dan pemimpin politik di Gaza. Kami mengharapkan tindakan dan reaksi dari pihak Palestina," lanjut Hamdan.
Saeb Erekat, perunding Palestina yang berkedudukan di Tepi Barat, menyatakan kepada Al Jazeera, "Kami mengecam kejahatan Israel dan pembunuhan Ahmad Jabari ini."
"Kita menyaksikan eskalasi besar terhadap rakyat kami di Gaza, dan terlihat jelas bagi saya bahwa agenda Israel ialah perang, bukan perjanjian damai atau gencatan senjata. Kami menuntut tanggung jawab pemerintah Israel," lanjut Erekat.
Rangkaian serangan udara
Sumber-sumber pasukan keamanan dan Palestina mengonfirmasikan terjadinya empat serangan udara di Gaza sepanjang Rabu petang, dua di Kota Gaza yang salah satunya menewaskan Jabari, satu lagi di utara Gaza, dan serangan keempat di selatan kota Khan Yunis.
Gelombang serangan Rabu lalu itu terjadi setelah Israel mulai mencicil menyerang Gaza selang beberapa hari.
Jurnalis Al Jazeera Rula Amin, melaporkan dari Libanon, mengatakan bahwa Jabari sudah menjadi target Israel sejak lama.
"Ini merupakan kehilangan besar bagi Hamas, dan kesuksesan buat Israel yang telah memburu Jabari sejak lama," kata Rula.
"Tentu saja kita bakal segera melihat terjadinya eskalasi dalam beberapa waktu ke depan."
"Masyarakat di Gaza mengenal betul Jabari. Ia dipandang sebagai sosok yang sangat cerdas, sangat cerdik, dan dianggap sebagai seorang pahlawan yang berhasil lolos dari beberapa kali upaya pembunuhan oleh Israel," papar Rula. [aljazeera]
Segera setelah serangan itu, Israel bertubi-tubi melakukan hingga lebih dari 20 kali serangan ke Jalur Gaza, menewaskan lima korban lainnya, dengan dua di antaranya ialah anak-anak, kata Menteri Kesehatan Palestina Mufid Mukhalalati dalam sebuah pernyataan pers di RS Shifa, Gaza.
Ia menyatakan bahwa terdapat 30 korban luka dalam gelombang serangan Israel yang mengenai sepanjang wilayah Kota Gaza, utara kota Beit Lahiya, dan selatan Khan Yunis.
"Penjajah Israel telah melakukan lebih dari 20 kali serangan udara yang mengenai berbagai sasaran termasuk markas kepolisian dan keamanan di Jalur Gaza," ujar Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Islam Shahwan.
Pihak Gerakan Hamas menyebutkan bahwa Ahmad Jabari gugur bersama anaknya ketika mobil yang membawa mereka hancur lebur terkena serangan rudal Israel.
Pihak Badan intelijen Israel Shin Bet dan militer Israel membenarkan operasi penyerangan itu.
"Dalam operasi bersama antara Shin Bet dengan pasukan IDF hari ini, Ahmad Jabari, komandan senior sayap militer Hamas di Jalur Gaza, memang menjadi sasaran," kata sebuah pernyataan pihak Shin Bet.
Pihak militer menyampaikan bahwa Jabari "merupakan seorang kader lapangan Hamas... yang secara langsung bertanggungjawab terhadap terjadinya sejumlah serangan teror kepada Negara Israel pada tahun-tahun lalu".
"Maksud operasi ini ialah untuk melumpuhkan rantai kendali dan komando kepemimpinan Hamas, serta infrastruktur teroris," lanjut pernyataan militer tersebut.
'Awal Operasi'
Juru Bicara militer Avital Leibovich mengatakan bahwa serangan itu baru sebuah awal dari operasi yang menargetkan kelompok-kelompok bersenjata di Jalur Gaza yang dipandang bertanggungjawab atas serangan-serangan roket ke selatan Israel.
"IDF sedang memulai operasi melawan organisasi teror di Gaza karena terus terjadinya serangan terhadap warga sipil Israel," kata Leibovich.
Leibovich memberikan konfirmasi kepada Al Jazeera bahwa Ahmad jabari memang ditargetkans ecara khusus.
Ketika ditanya apakah Israel bersiap untuk melakukan operasi darat ke Gaza, Leibovich menjawab "Bagi kami, semua pilihan serangan 'tersedia di atas meja'. Kami akan berbuat apa saja yang dibutuhkan demi melindungi rakyat Israel."
Menanggapi gugurnya sang pemimpin dan rakyat Palestina tak berdosa lainnya, pihak Brigade Izzudin Al-Qassam menandaskan bahwa para pejuang Brigade bakal "melanjutkan jalur perlawanan".
"Pihak penjajah telah membuka gerbang neraka bagi diri mereka sewndiri," tegasnya dalam sebuah pernyataan.
Jurnalis Al Jazeera Nadim Baba, melaporkan dari Gaza, bahwa serangan Israel masih terus berlangsung hingga Rabu malam.
"Kami mendengar suara-suara terjadinya serangan di berbagai daerah di Jalur Gaza," ujar Nadim. "Sekarang menjadi saat-saat mengkhawatirkan bagi penduduk sipil di sini. Orang-orang meninggalkan jalanan, keadannya sangat sepi dan mencekam."
Ia menambahkan bahwa sejumlah saksi mata melaporkan melihat angkatan laut Israel bersiaga di pesisir pantai Gaza.
Seruan untuk Membalas
Jabari merupakan pemimpin Brigade Izzudin Al-Qassam. Ia mengoordinasikan kemampuan militer, strategi militer, dan proses transformasi sayap militer Hamas.
Ia juga memimpin perundingan terakhir di Kairo Mesir yang menghasilkan kesepakatan pembebasan 1.027 orang Palestina yang ditahan Israel untuk ditukarkan dengan seorang Gilad Shalit pada tahun 2011.
Gugurnya Jabari memantik aksi protes di Kota Gaza, di mana ratusan anggota Hamas dan Brigade Izzudin Al-Qassam berkumpul di dalam RS Shifa, melantangkan seruan untuk melakukan pembalasan.
Di luar rumah sakit, pejuang bersenjata mengarahkan moncong ke udara. Masjid-masjid di seluruh penjuru kota mengajak jamaah untuk melakukan shalat berduka atas syahidnya sang komandan.
Osama Hamdan, wakil resmi Hamas di Libanon, berbicara kepada Al Jazeera di Doha, mengonfirmasikan bahwa putra Jabari juga gugur dalam serangan udara tersebut.
"Saya harus menyatakan ini secara jelas, bahwa kami akan menanggapi (pembunuhan itu)," ujar Hamdan.
"Pihak Israel sedang menargetkan para pemimpin lokal dan pemimpin politik di Gaza. Kami mengharapkan tindakan dan reaksi dari pihak Palestina," lanjut Hamdan.
Saeb Erekat, perunding Palestina yang berkedudukan di Tepi Barat, menyatakan kepada Al Jazeera, "Kami mengecam kejahatan Israel dan pembunuhan Ahmad Jabari ini."
"Kita menyaksikan eskalasi besar terhadap rakyat kami di Gaza, dan terlihat jelas bagi saya bahwa agenda Israel ialah perang, bukan perjanjian damai atau gencatan senjata. Kami menuntut tanggung jawab pemerintah Israel," lanjut Erekat.
Rangkaian serangan udara
Sumber-sumber pasukan keamanan dan Palestina mengonfirmasikan terjadinya empat serangan udara di Gaza sepanjang Rabu petang, dua di Kota Gaza yang salah satunya menewaskan Jabari, satu lagi di utara Gaza, dan serangan keempat di selatan kota Khan Yunis.
Gelombang serangan Rabu lalu itu terjadi setelah Israel mulai mencicil menyerang Gaza selang beberapa hari.
Jurnalis Al Jazeera Rula Amin, melaporkan dari Libanon, mengatakan bahwa Jabari sudah menjadi target Israel sejak lama.
"Ini merupakan kehilangan besar bagi Hamas, dan kesuksesan buat Israel yang telah memburu Jabari sejak lama," kata Rula.
"Tentu saja kita bakal segera melihat terjadinya eskalasi dalam beberapa waktu ke depan."
"Masyarakat di Gaza mengenal betul Jabari. Ia dipandang sebagai sosok yang sangat cerdas, sangat cerdik, dan dianggap sebagai seorang pahlawan yang berhasil lolos dari beberapa kali upaya pembunuhan oleh Israel," papar Rula. [aljazeera]


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !