Islamedia - Dr. Musa Abu Marzuq, wakil ketua biro politik Hamas menegaskan, gerakanya tetap pada sikap politiknya takkan berubah, tidak akan berunding dengan Zionis dan tidak akan pernah mengakui entitas Zionis.
Pernyataan ini diungkapkan Abu Marzuq dalam konferensi persnya menyusul isu yang menyebutkan telah terjadi pembicaraan atau perundingan antara Hamas dan Entitas Zionis. Ia menegaskan, Hamas takkan mengubah sikapnya, tidak akan mengakui Israel, tidak akan
berunding atau bernegosiasi dengan mereka terkait hak-hak bangsa Palestina.
Abu Marzuq justru mempertanyakan apa yang diinginkan Zionis tentang adanya perundingan secara tidak langung dengan Hamas ? dan apa yang diinginkan massa ketika mereka meminta Hamas untuk mengungkapkan �kebenaran� terhadap bangsa Palestina ? Apakah artinya bahwa Zionis menginginkan berunding dengan Hamas sementara yang lainya justru mengkhawatirkanya ?.
Yang perlu ditegaskan dalam hal ini, kami tidak ada keinginan untuk meladeni keinginan Zionis dan juga tidak kahwatir dengan kekhawatiran yang lainya. Kami juga tidak berminat mengganggu sisapapun mencicipi kueh perundingan dan sampai mengakui Zionis sekalipu. Bangsa Palestina mengetahui hal tersebut dengan baik, tidak perlu penjelasa panjang lebar menganai hal tersebut, ungkap Abu Zuhri.
Terkait dengan peran Mesir ketika terjadinya sejumlah perlanggaran yang dilakukan Zionis terhadap kesepakatan damai, ia mengatakan, peran Mesir sebagaimana yang lainya, seperti Norwegia, Jerman, mantan presiden AS, Jimmy Carter melakukan pertemuan-pertemuan dengan Zionis. Kami tidak tahu hasil pertemuan terakhir antara Mesir dan Zionis. Kami hanya menunggu informasi dari pihak Mesir, tukasnya. (asy)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !